- See more at: http://blog-rangga.blogspot.com/2013/01/cara-mengganti-icon-kursor-blog-dengan.html#sthash.sII4Ybif.dpuf 4sSaudara: Angan yang tak Sempat Terucap

Selasa, 08 November 2016

Angan yang tak Sempat Terucap

Dari waktu aku belajar segalanya. Ada pepatah yang mengatakan bahwa “Pengalaman adalah guru terbaik. Yah... jelas memang itu bukan sekedar pepatah biasa, banyak hal yang dapat aku ambil hikmah dari pengalaman - pengalamanku dimasa lalu. Dari sudut ruang aku menyimpan luka namun mengaku baik baik saja. Ku kuatkan hati untuk tetap menerima keaadanku saat aku melalui waktu bersama dia. Dia (aryong) seseorang yang aku pikir adalah milikku, ternyata bukan benar – benar milikku. Harapan selalu aku jaga. Manusia memiliki mimpi, ada yang mengejar dan mewujudkannya, ada yang mundur dan membuangnnya, ada yang diam dan hanya menyimpannya sepanjang sisa hidupnya. Diri ini mempunyai banyak mimpi atau bisa dikatakan impian bersama dia untuk dimasa yang akan datang.
Dulu dia sering menceritakan impiannya dimasa yang akan datang sehingga aku terbuai akan pemikirannya, namun sayang aku hanya sebatas pendengar setia. Dahulu sekali tahun 2012 saat main malem kerumahku dia sempat bilang akan cita citanya kepadaku “ Nenx kalau misalkan nanti kita berjodoh aa pengen deh nyiptain usaha dengan jasa travel atau semacam pelayaran gitu, nah sedangkan nenx mengelola bagian komputernya kan nenx lebih paham”. Tahun 2015 dia bercita cita ketika sudah menikah dg siapa saja dia  bilang “ aa pengen ketika nanti udah syah misalkan nah aa ga ingin langsung pisah dari ornag tua kita, aa ingin tinggal dirumah aa ingin tinggal di rumah mertua aa dalam kurun waktu 2 bulan agar bisa lebih mengenali karakter keluarga masing – masing sambil ngumpulin dana buat bikin rumah sendiri”. Ah syudahlah mungkin dia tak ingat percuma aku bercerita banyak hal juga. Aku mempunyai mimpi juga, namun aku tak sempat mengatakan mimpi itu. Mimpiku ketika suatu nanti aku bersanding dengannya dalam ikatan suci aku ingin mengembangkan hasil study kami sesuai dengan kemampuan yang kami miliki. Aku ingin membangun usaha dalam satu tempat bersamanya manis pahit hidup aku ingin menikmati hanya dengan dirinya. Dalam satu tempat aku ingin usaha lebih ke tentang komputer sedangkan dia lebih ke kulinernya, pola pikirku sudah terlalu jauh mulai dari modal tempat desain aku sudah membayangkan akan hal itu, namun... itu hanyalah fatamorgana terlebih aku tak mampu untuk mengungkapkan akan hal itu, karena saat itu aku sadar siapalah aku??? Apa hakku? aku terlalu dibuat baper duluan dalam keadaan. Tapi syudahlah mungkin sudah saatnya cita – cita itu aku kubur. Selamat berbahagia aryong...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar